• Skip to primary navigation
  • Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
Parbo House

Parbo House

Jual Plywood Solo

  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • JUAL
  • PRODUK & HARGA
  • TESTIMONI
  • ARTIKEL

Franchise adalah Model Bisnis Menguntungkan, Benarkah?

Desember 29, 2025 by Parbo House Tinggalkan Komentar

franchise adalah

Franchise adalah salah satu model bisnis yang kerap kali dianggap menguntungkan namun sebenarnya bisnis ini adalah bisnis yang sangat menuntut kehati-hatian.

Karena model bisnis ini jika tak hati-hati rawan dengan membuat kegagalan.

 

DAFTAR ISI
  • Franchise Adalah
  • Keuntungan dan Kekurangan
  • Istilah yang Sering Dipakai dalam Franchise
    • 1. Franchisor
    • 2. Franchisee
    • 3. Franchise fee
    • 4. Royalty fee
  • Bagaimana Cara Memilih Franchise
    • 1. Tren dan pasar
    • 2. Bandingkan pilihan
    • 3. Tentukan yang terbaik
    • 3. Pastikan memiliki SOP yang jelas
  • Aturan Franchise

Franchise Adalah

Pengertian franchise merupakan jenis lisensi yang didapatkan guna mendapatkan akses ke pengetahuan, proses dan merk dagang atas bisnis tertentu.

Nantinya pihak yang mendapatkan model bisnis ini juga akan menjual produk maupun layanan bisnis yang sama.

Franchise nantinya melibatkan pemilik franchise maupun penerima model bisnis ini. Selanjutnnya pemilik model bisnis ini berhak untuk menetapkan merk dagang dan sistem bisnis. Adapun penerima franchise nantinya harus membayar royalti dan biaya awal untuk hak berbisnis.

Nantinya walaupun sudah memiliki hak berbisnis akan tetapi produk dijalankan di bawah nama dan sistem bisnis yang sama dengan pemilik model bisnis ini.

 

Keuntungan dan Kekurangan

Cukup banyak keuntungan yang bisa didapatkan ketika menggunakan sistem model bisnis ini, di antaranya adalah memperluas jangkauan bisnis dengan biaya serendah mungkin.

Nantinya franchisee akan dianggap sebagai patungan antara pemilik bisnis dan penerima franchisee.

Meski demikian, terdapat sejumlah kekurangan dari bisnis model bisnis ini yang sebaiknya juga menjadi bahan pertimbangan.

Pemilik franchise umumnya memberikan patokan harga yang cukup tinggi sebagai persyaratan administrasi.

Serta diharuskan untuk memberikan keuntungan kepada pemilik franchise. Padahal, franchise memiliki keterbatasan terkait pengelolaan bisnis.

Akibatnya peraturan ini akan sangat membatasi kreativitas dan inovasi yang membuat sulit untuk berimprovisasi bagi penerima franchise,

Namun produk franchise biasanya berdiri di bawah naungan nama besar, maka keuntungan bisa datang cukup besar dan biasanya mereka yang pikirannya bisnis saja tak akan mempermasalahkan hal ini.

 

Istilah yang Sering Dipakai dalam Franchise

Berikut ini sejumlah istilah yang dipakai dalam dunia franchise yakni:

1. Franchisor

Adalah istilah untuk menyebut badan usaha maupun perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain guna penggunaan hak atas suatu brand.

Adapun hak tersebut di antaranya yakni penggunaan nama brand, logo, brand identitas dan sistem bisnis tersebut.

2. Franchisee

Istilah ini digunakan untuk menyebut penerima franchise maupun badan usaha atau perorangan yang mendapatkan hak guna memanfaatkan dan memakai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan pemberi franchise.

Sehingga, para franchisee dapat membuka bisnis di bawah nama brand franchisor dengan catatan pembayaran sejumlah uang sesuai kesepakatan.

3. Franchise fee

Merupakan istilah penyebutan untuk biaya yang harus dibayarkan di awal sebelum gerai franchise mulai beroperasi.

Nantinya biaya tersebut harus dibayarkan sebagai hak penggunaan brand franchise berdasarkan waktu yang disepakati.

Franchise fee dapat termasuk informasi stok barang, pencarian supplier stok barang, desain gerai, survei lokasi, penyusunan rencana bisnis dan juga pelatihan awal.

Karenanya harus dipastikan bahwa franchise fee yang dikeluarkan harus sebanding dengan nama brand supaya tidak rugi.

4. Royalty fee

Hal lain yang harus diperhatikan, adalah terkait dengan royalty fee yang harus dibayarkan untuk franchisor.

Pengertian royalty fee adalah presentase keuntungan yang akan diberikan untuk franchisor setiap bulannya.

 

Bagaimana Cara Memilih Franchise

Sebelum Anda memutuskan untuk memilih suatu usaha model bisnis ini maka sebaiknya Anda bertanya pada diri sendiri.

Seperti menyadari apa yang ingin dicapai ketika membeli model bisnis ini.

Selanjutnya tentukan satu bidang yang dikuasai guna menjadi bidang bisnis Anda. Serta pertimbangkan pula modal dan risiko yang dihadapi.

Selain itu, sebaiknya Anda juga menanyakan hal berikut:

1. Tren dan pasar

Sudah saatnya pebisnis peka pada tren dan kebutuhan pasar. Hal ini karena mengikuti tren saja tidak cukup.

Sebagai pebisnis juga perlu tahu apakah produk itu nantinya akan selalu dibutuhkan oleh pasar atau tidak.

Apabila bisnis hanya memiliki tren yang pendek maka sebaiknya jangan diteruskan.

2. Bandingkan pilihan

Saat memilih model bisnis ini ada baiknya Anda juga mempertimbangkan beberapa opsi.

Nantinya bandingkan pilihan-pilihan tersebut. Termasuk bandingkan terkait franchise fee dan royalty fee yang harus dibayarkan.

3. Tentukan yang terbaik

Karena setiap model bisnis ini pastinya memiliki penawaran yang berbeda, maka pertimbangkan kelebihan dan kekurangan untuk memilih yang terbaik.

Apabila franchise menguntungkan dan berpotensi berkembang dalam jangka panjang maka sebaiknya segera pilih brand tersebut.

3. Pastikan memiliki SOP yang jelas

Pastikan untuk memilih model bisnis ini yang SOP nya jelas. Hal ini karena sangat penting untuk Kerjasama di waktu-waktu berikutnya.

SOP ini penting karena untuk menjaga kualitas dari produk turunan sehingga bisa sama dengan asli dan tak membuat penonton kecewa.

 

Aturan Franchise

Aturan model bisnis ini ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 71 Tahun 2019. Di mana aturannya yakni harus memenuhi kriteria berikut:

  • Memiliki ciri khas usaha
  • Terbukti sudah memberikan keuntungan
  • Memiliki standar atas pelayanan dan barang dan atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis
  • Mudah diajarkan dan diaplikasikan
  • Adanya dukungan yang berkesinambungan
  • Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang telah didaftarkan

Adapun dalam aturan ini, model bisnis ini didefinisikan sebahai hal khusus yang dimiliki oleh perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan atau dipakai oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.

***

Demikian pembahasannya. Sebagai tambahan wawasan untuk Sobat Parbo dalam memahami industri bisnis dan pemasaran terkini. Jangan lupa, untuk mencari tempat  jual plywood Solo dengan kualitas terbaik dan produk terlengkap, Sobat Parbo bisa langsung memesan kepada kami. Klik saja tombol WhatsApp di sebelah kanan bawah website ini, ya! Customer service kami akan siap membantu segala kebutuhan plywood Sobat!

Ditempatkan di bawah: Blog

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Sidebar Utama

cek harga parbohouse

Pusat Kayu & Plywood Terbaik di Soloraya.

Kami sudah berdiri sejak 1990. Pengalaman kami sepanjang 30 tahun ini akan memberikan garansi kepuasan pelayanan dan juga kualitas produk yang tak akan Anda tolak. Hubungi kami sekarang!

Artikel Baru

  • Cara Memilih Lemari atau Rak Kayu
  • 3 Masalah Pintu Kayu dan Solusinya: PENTING!
  • 5 Rahasia Membuat Rak Kayu Murah
  • Material Plafon: Gypsum, Plywood, atau Fiber Semen?
  • Cara Memilih Coffee Table yang Benar untuk Interior
  • 10 Inspirasi Kafe Industrial yang Kece Banget!
  • Direct Selling: Apakah Efektif untuk Bisnis?
  • 12+ Ide Furnitur dari Plywood: Unik & Berkelas!
  • Cara Renovasi Dapur agar Maksimal dengan Bujet Rendah
  • 10+1 Ide Lemari Kayu Unik & Menarik!
  • 10+1 Ide Desain Rak Unik dari Plywood
  • 10+1 Ide Desain Lemari Unik dari Plywood
  • Plywood Multipleks: Murah, Cukup Kuat, dan Multifungsi!
  • Perbedaan E-commerce dan Marketplace: Sudah Tahu?
  • 10 Ide Desain Plafon dari Plywood

COPYRIGHT © 2026 · PARBO HOUSE · SOLO - INDONESIA ·

WhatsApp